Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Mei 2015


Pantai Hunimua lebih dikenal dengan nama Pantai Liang karena pantai ini terletak di Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Pantai ini pernah dinobatkan oleh UNDP-PBB sebagai pantai terindah di Indonesia pada tahun 1990 dan selalu menjadi incaran para investor asing.

Memasuki obyek wisata Pantai Liang, Anda akan disambut oleh pasir putih yang berkilau terkena sinar matahari, seakan menjadi pintu masuk menuju kecantikan gradasi air laut yang biru. Sangat menggoda untuk berenang ataupun sekedar bermain air.

Jika Anda hobi fotografi Anda bisa meluapkan hobi Anda di sini karena setiap sudut pantai sangat indah untuk diabadikan. Di pinggiran pantai terdapat pohon-pohon yang rindang, yang bisa Anda manfaatkan untuk beristirahat sejenak. Di pantai ini memang belum banyak tersedia fasilitas olahraga air seperti di Bali atau Lombok. Namun kecantikan alami Pantai Liang tidak kalah dengan pantai-pantai di pulau lainnya.


Pantai Liang selalu ramai dikunjungi saat liburan tiba. Jadi bagi Anda yang tidak terlalu menyukai keramaian dan ingin menyendiri sebaiknya hindari hari-hari liburan. Waktu yang tepat untuk berkunjung ke Pantai Liang yaitu ketika laut teduh dan tidak berangin, hindari berkunjung ketika musim angin barat atau angin timur karena pada saat itu laut berombak dann membuat pantai keruh. Pilihlah bulan-bulan tenang seperti September-November atau April-Mei jika ingin berkunjung ke Pantai Liang.

Dari beberapa pantai yang cukup populer di Ambon, Pantai Liang menjadi salah satu favorit warga lokal dan juga wisatawan luar. Pantai ini sudah dikenal sejak tahun 90an dan bahkan pernah disebut-sebut sebagai pantai terbaik di Indonesia. Pantai Liang memang kerap menjadi buah bibir karena kemolekannya, termasuk di antara kalangan investor asing.

Tidak heran pada tahun 90an, beberapa investor asing pernah berniat untuk mengembangkan resort untuk menggenjot pariwisata di Liang. Namun, niat tersebut akhirnya urung direalisasikan karena adanya sengketa tanah dengan penduduk lokal. Liang memang belum go international namun pembatalan pengembangan Liang menjadi kawasan resort sebenarnya telah memberi keuntungan tersendiri. Liang, pantai eksotik ini, masih sepenuhnya menjadi milik warga.

Terletak tidak jauh dari pantai Natsepa, Liang berjarak hanya kurang lebih 35 KM dari pusat kota tepatnya di Desa Liang, Kecamatan Salahutu. Sampai tahun lalu, akses menuju kesana memang terbilang cukup sulit sebab meskipun tersedia angkutan umum namun jumlahnya sangat terbatas. Itupun hanya beroperasi pada jam-jam tertentu. Sekarang, dengan adanya Bus Trans Amboina rute Hunimua, wisatawan bisa lebih leluasa berkunjung ke Pantai Liang hanya dengan 8.500 rupiah.

Tapi, kalau Anda berencana mengunjungi Ambon bersama beberapa teman, disarankan sebaiknya menyewa angkutan umum untuk berwisata keliling Ambon sebab selain murah, juga karena Anda bisa berkunjung ke lebih banyak tempat tanpa mengkhawatirkan keterbatasan transportasi. Satu angkot biasanya bisa disewa dengan tarif 150 hingga 200 ribu sehari dan bisa menampung hingga 10 orang. Cukup terjangkau kan!

Dengan letak berdekatan, Anda bisa merencanakan perjalanan ke Pantai Natsepa, Suli dan Liang di hari yang sama. Apabila Anda berniat untuk bermalam, penginapan di sekitar Pantai Natsepa hanya satu-satunya pilihan sebab di Liang sendiri tidak tersedia penginapan. Namun, bila masih tetap bersikeras menginap di Liang, cukup siapkan tenda dan meminta ijin dari penjaga setempat. Atau, Anda bisa mencoba untuk menyewa kamar di rumah penduduk sekitar Liang.

Seperti halnya obyek wisata lain di Ambon yang minim fasilitas, Pantai Liang juga terkesan sederhana. Sebuah gerbang kecil terlihat bersiap menyambut tiap wisatawan. Kerindangan pohon di pinggir pantai menawarkan sejenak tempat beristirahat dari teriknya matahari. Beberapa bangunan bersifat sementara terbuat dari kayu terlihat menaungi pedagang lokal yang menjajakan dagangannya mulai dari minuman, makanan kecil hingga mie rebus dan rujak. Dari jarak beberapa puluh meter, siapapun pasti sudah bisa mengintip eksotiknya Pantai Liang.

Pasir putih yang berkilauan dibawah sinar matahari seakan menjadi pintu menuju kecantikan gradasi air laut yang siap menanti untuk diabadikan. Bahkan bagi fotografer amatir, mengambil jepretan Pantai Liang tidak akan pernah gagal. Tetap saja, apapun jenis kamera yang dipakai, foto yang dihasilkan selalu menawan.

Di salah satu bagian pantai, terlihat sebuah dermaga kayu sederhana menyemarakkan suasana pantai. Beberapa pengunjung terutama anak-anak biasanya terlihat asyik berloncatan dari atas dermaga dan terjun ke air. Kalau Anda pandai berenang, hal itu tentu patut dicoba. Apalagi jika membayangkan air berwarna biru cantik sudah siap menangkap Anda. Tapi jika terlalu takut untuk terjun dari dermaga, bermain air di pinggir pantai sudah lebih dari cukup untuk mewarnai hari Anda.

Sejauh mata memandang, di Liang memang tidak terlihat aktifitas olahraga air seperti yang kebanyakan ditemui di Bali dan Lombok seperti banana boat, speed boat ataupun sekedar perahu bebek. Sesekali, di kejauhan hanya terlihat kapal yang melintas. Sepi, namun tetap, kecantikan alaminya tidak terbantahkan bahkan jauh mengungguli Pantai Kuta atau Padang Bai di Bali.

Tidak berbeda dengan berkunjung ke daerah wisata bahari yang lain, berkunjung ke Liang dan beberapa pantai lain di Ambon sebaiknya dilakukan di waktu yang tepat ketika laut teduh dan tidak berangin.

Hindari berkunjung ketika musim Angin Barat atau Angin Timur karena laut cenderung berombak dan ini biasanya membuat pantai menjadi keruh airnya. Bulan-bulan tenang dari September hingga November atau April hingga Mei bisa jadi sebuah pilihan agar liburan Anda di Pantai Liang lebih berkesan.

Terbentang sepanjang kurang lebih 1 KM, Liang menawarkan kesempatan berliburan untuk tiap pengunjung. Di hari-hari libur, pantai ini selalu ramai dikunjungi penduduk lokal dan segelintir kecil wisatawan. Kalau Anda lebih suka menikmati pantai di kala sepi, ada baiknya hindari berkunjung ke Liang di hari libur. Pilihlah hari-hari biasa dan Liang akan sepenuhnya menjadi milik Anda hanya dengan 3000 rupiah.

Akses ke Pantai Liang transport
Pantai Liang terletak 40 km dari pusat Kota Ambon. Anda bisa naik ojek menuju Pantai Liang dengan tarif sekitar Rp. 50.000,- untuk sekali jalan. Jika Anda pergi berombongan dan ingin lebih leluasa, Anda bisa menyewa angkutan umum dengan tarif sekitar Rp 200.000,-. Angkutan umum tersebut bisa menampung hingga 10 orang. Tiket masuk ke Pantai Liang seharga Rp. 15.000,- per orang.

Pantai Liang Hunimua Ambon Manise

Pantai Hunimua lebih dikenal dengan nama Pantai Liang karena pantai ini terletak di Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku T...

Ora beach atau pantai Ora terletak di Pulau Seram, Maluku Tengah. Inilah surga dunia. Tak perlu jauh-jauh ke luar negeri untuk mendapatkan suasana yang damai dengan pemandangan alam (khususnya pantai) yang sangat indah.

Pantai Ora memang sangat menawarkan keindahan alam yang tiada duanya, satu lagi bukti untuk para wisatawan diluar sana bahwa indonesia mempunyai pantai yang indah.

Ini salah satu bukti bahwa Indonesia sangat kaya dengan keindahan alamnya jika mau dijaga dengan baik. Bagi para wisatawan, di pantai ini telah disediakan resort-resort yang berdiri di atas pantai dengan air yang sangat jernih. Resort-resort disini berbentuk rumah panggung dengan material kayu sehingga menimbulkan suasana nyaman untuk bersantai menghilangkan penat atau beban pikiran. Tempat ini sangat memanjakan pengunjungnya yang ingin mencari ketenangan pikiran.

Selain itu, pemandangan alamnya juga tak kalah jika dibandingkan dengan pantai Lanikai Oahu di Hawaii atau Pulau Maladewa. Setidaknya kita tidak harus jauh-jauh pergi ke luar negeri karena ternyata Indonesia pun punya keindahan serupa.

Yang menjadi tugas kita adalah tetap menjaga keindahan alamnya agar tidak pudar oleh karena tangan-tangan jahil yang tidak bertanggungjawab. Di pantai ora ini, tumbuhan karang-karang dan hewan-hewan lautnya masih berjumlah banyak dan masih terawat dengan baik, mungkin karena tempat ini belum terlalu terekspos sehingga belum banyak yang datang dan merusak.

Negeri ini bersebelahan dengan Saleman. Bisa ditempuh melalui laut dari Saleman atau dari Jalan Trans Seram. Penginapan berlokasi di antara permukiman penduduk yang hampir 40 persen di antaranya membangun rumah di atas laut. Penginapan ini pun dibangun di atas laut dengan terumbu karang dan ikan karang beraneka warna menghiasi dasar laut.

Muhammad Ali, pemilik penginapan, mengatakan, selain snorkle, pengunjung juga bisa melintasi Sungai Salawai untuk melihat proses pembuatan sagu, pengambilan buah kelapa, atau melihat beragam jenis burung di muara sungai di Teluk Sulaiman.

Wisatawan juga bisa trekking melintasi hutan yang masih lestari di balik Negeri Sawai, menuju Pusat Pendidikan dan Rehabilitasi Satwa di Dusun Masihulan, Sawai, tempat melihat penangkaran burung kakaktua seram dan nuri seram. Jangan lupa melihat gua, air terjun, atau menghabiskan malam di pondok, di tengah hutan, yang sengaja dibangun oleh Ali.

Kegiatan-kegiatan ini bisa menyedot wisatawan sampai 500 orang setiap tahun. Mayoritas turis asing dari Belanda, Amerika Serikat, dan Jepang. Bahkan, tahun ini, sudah 20 grup turis dari sejumlah negara yang pesan temmpat. Setiap grup berjumlah sedikitnya 10 orang

Aktivitas pariwisata di Teluk Sulaeman, persisnya di Saleman dan Sawai ini, sebetulnya sudah dirintis sejak pertengahan 1990. Namun, saat mencapai puncak kejayaan, industri ini meredup, bahkan mati total akibat kerusuhan Maluku pada 1999.

Akses

Untuk mencapai pantai ora kita harus menyebrang ke Pelabuhan Amahay di Kota Masohi Pulau Seram dari Pelabuhan Tulehu di Kabupaten Maluku Tengah dengan menggunakan Kapal Cepat Cantika Anugerah yang memakan waktu 2 jam. Adapun biaya yang harus dikeluarkan adalah sebesar Rp 100.000,00 untuk kelas ekonomi dan Rp 150.000,00 untuk kelas VIP.

Fasilitas

Di pantai ora ini tersedia penginapan yang bernama Ora beach resort penginapan yang mengambang di atas pantai dan berbentuk rumah panggung. Selain Ora Beach Resort, wisatawan juga dapat menemukan suasana lain dengan menginap di Pondok Wisata Lisar Bahari di Negeri Sawai, Kecamatan Seram Utara, Maluku Tengah.

Ora Beach, Surga Dunia Yang Tersembunyi

Ora beach atau pantai Ora terletak di Pulau Seram, Maluku Tengah. Inilah surga dunia. Tak perlu jauh-jauh ke luar negeri untuk mendap...

 

Ambon Trip © 2015 - Designed by Templateism.com, Plugins By MyBloggerLab.com